Saturday, 6 April 2013

Jhon " Jock " Stein



Jhon " Jock" Stein lahir pada tanggal 5 Oktober 1922, di sebuah desa pertambangan kecil Lanarkshire, Skotlandia. Dia merupakan pelatih tersukses sepanjang sejarah klub Glasgow Celtic. Selama menangani Glasgow Celtic, Jock mempersembahkan sembilan gelar juara Liga Skotlandia berturut - turut mulai musim 1965 - 1966 hingga 1973 - 1974. Satu gelar Liga Skotlandia dia persembahkan lagi di musim 1976 - 1977. Selain itu Ia juga mengantar Glasgow Celtic meraih gelar Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia sebanyak 14 kali. Tetapi gelar tertinggi yang pernah Ia raih bersama Glasgow Celtic adalah Juara Piala Champions musim 1966 -1967. Di musim itu juga Ia berhasil mencetak quadruple yaitu meraih gelar Piala Champions, Liga Skotlandia, Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia sekaligus. Namanya juga tercatat sebagai pelatih pertama yang membawa klub asal Britania Raya yang memperoleh gelar juara Piala Champions. Jock juga dikenang sebagai pelatih yang berhasil mengantar klubnya memenangkan semua gelar di semua kompetisi yang mereka ikuti. Yang lebih hebatnya lagi pada babak Final Piala Champions 1966 - 1967, ia menempatkan 10 pemain asli Glasgow guna menghadapi Inter Milan. Materi lokal dan formasi menyerangnya (4-2-4) tersebut mampu mengalahkan Inter dengan skor 2 -1 di stadion Nacional, Portugal. Padahal saat itu Inter berstatus sebagai juara eropa dua kali dan pada saat itu juga inter di latih Helenio Hererra yang terkenal dengan strategi bertahan atau yang sering disebut catenaccio.

BERBAGAI CARA MENGEVALUASI FISIK PEMAIN SECARA OBYEKTIF DAN PRAKTIS


Menentukan kondisi fisik pemain tidak bisa dilakukan secara kasat mata. Perkembangan fisik pemain mutlak harus ditentukan melalui serangkaian tes yang tercatat rapi. Data yang diperolah melalui tes-tes yang obyektif sangat berguna untuk membandingkan level fisik pemain dengan pemain lainnya. Karena tes-tes praktis yang ditampilkan di kurikulum ini juga lazim digunakan negara-negara lain, hasil tes fisik yang anda lakukan bisa sekaligus dipakai sebagai perbandingan dengan dunia Internasional.
Tes-tes fisik yang kami tampilkan di sini sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan canggih. Karena data yang diperoleh hanya berbeda tipis dengan hasil tes yang menggunakan peralatan canggih maka serangkaian tes dibawah ini sangat kami anjurkan untuk dilaksanakan dari waktu ke waktu (2 – 3 bulan sekali).

1. Tes Endurance
Cara menilai stamina seorang pemain adalah dengan mengukur Vo2max pemain tersebut. Menurut Wikipedia Vo2max adalah kemampuan maksimal tubuh seseorang untuk menyalurkan dan menggunakan oksigen saat melakukan olah raga berat. Semakin besar kemampuan seseorang menyerap oksigen semakin bagus pula kondisi fisik seseorang khususnya dalam hal endurance (daya tahan ). Volume maksimal oksigen (Vo2max) diukur dalam mililiter per kg per menit (ml/kg/min).
2. Sprint Test
3. Test Daya Eksplosifitas

Demikian tulisan singkat saya untuk dapat membaca lebih jelasnya lagi download dan baca disini . Dimana tulisaan itu saya dapat dari salah satu Coach yang cukup terkenal di Indonesia. Grazie Coach Timo !!!!