Kemarin Saya membaca sebuah artikel menarik tentang Sir Alex Ferguson, pelatih yang memutuskan pensiun di akhir musim 2013 ini adalah merupakan salah satu pelatih terbaik dan tersukses dalam jagad sepak bola dunia. Artikel itu ditulis pada tanggal 9 Mei 2013 oleh Yudie Oktav Wartawan
olahraga, pernah meliput World Cup 2002, Euro 2004, final Liga Champions 2006
dan 2007, final FA Cup 2007, Communiy Shield, serta berbagai event olahraga dan
pertandingan di liga-liga top dunia. Dan Saya memutuskan untuk menambahkannya ke dalam Blog Saya ini sebagai koleksi sekaligus referensi bagi semuannya khususnya saya.
SELAMAT MENIKMATI....
Fakta sederhana dalam setiap tahap kehidupan adalah selalu
ada pengingat dari orang-orang yang membantu, membimbing, dan mencintai Anda.
Sebagai kalimat pertama dalam buku Managing My Life, My Autobiografi,
Sir Alexander Chapman Ferguson membuka catatan biografi dengan mengingatkan
bahwa hidup tidak bisa lepas dari orang-orang dekat yang turut mewarnai
perjalanan detik demi detik.
Alex beruntung dibesarkan oleh ayah dan ibu yang sangat
mencintainya dan saling mendukung dalam mendidik dirinya dan sang adik, Martin.
Masa kecil Alex juga dipengaruhi oleh pasangan adik ayah, Isobel, dan suaminya
Sony. Alex dan Martin bahkan merasa banyak berutang kepada Sony. Sang paman
merupakan seorang guru dan semasa sekolah ia mengajari secara privat di waktu
luang untuk meningkatkan mengasah kercerdasan Alex dan Martin.
Pada 1995, Alex Ferguson bersama istrinya, Cathy, pergi ke
Kanada untuk mengunjungi Isobel dan Sony, yang saat itu tinggal di sana, karena
Alex merasa saat ditelepon pamannya terdengar tidak dalam kondisi sehat. Tidak
ada alasan bagi Alex untuk tidak segera mengunjungi sang paman. Dalam
kunjungannya itu Alex sempat meminta izin kepada Sony untuk memuat puisi Sony
dalam buku biografinya. Puisi tersebut dibuat saat Liz, ibunya Alex meninggal: